Senin, 07 November 2016

Loving As Much As You Can

Saya mungkin tipe orang yang paling ga bisa menyembunyikan rasa ketidaksukaan saya pada sesuatu. Ya, entah outputnya muka saya berubah tak bersahabat (kabayang lah cetakan muka saya yang jutek tambah ga bersahabat) atau saya biasa berkata pedas pada yang bersangkutan. Ya, itu dulu saat saya kemudian sadar bahwa apa yang saya lakukan tidak baik.
Seperti semua hal yang kerap berproses, saya yakin sikap akan berubah seiring berjalannya waktu. Mungkin saya dulu pemalu, lalu sekarang gemetar saya tak sekencang dulu setiap kali saya diminta berbicara di depan umum. Dengan catatan, ini sikap ya bukan sifat yang sudah mendarah daging dari orok. Ok, melihat apa yang saya sampaikan diawal. Yup saya dulu adalah orang yang sangat pedas, baik muka baik kata2 dan entah berapa ribu orang yang kemudian curhat pada yang lain bahwa saya orang yang egois dan emosional. Hehee,
Seingat saya, saya pernah memposting saat saya begitu sakit hati ketika salah seorang teman berkomentar "makanan ini tidak enak" pada foto makanan yang saya posting di sosmed. Saya merasa marah karena saya mengobrol banyak dengan si ibu yang buat makanannya, betapa ramah dia dan betapa dia membuat makanan itu penuh cinta dan tulus. Saya memilih untuk tidak membalas komentar itu pada akhirnya, karena kemudian saya sadar bahwa terkadang persepsi setiap orang itu berbeda. Menurut saya enak, menurut dia tidak, saya mengobrol banyak dengan sang pembuat sedangkan dia tidak.
Sejak saat itu saya mulai sadar jika tidak selamanya apa yang kita pikirkan ternyata tidak sama dengan apa yang orang pikirkan, dan saya tidak berhak memaksakan itu. Wong ibu bapaknya beda, lingkungannya beda ya piye to? Dan sejak saat itu pula saya mau belajar untuk mencintai lebih banyak dibanding membenci lebih banyak.
Sebagai contoh, saya adalah pecinta mata pelajaran eksak. Im freaking love chemisty biology and (sedikit) fisika dan entah kenapa dari saya SD saya sangat tidak suka pelajaran yang mengharuskan saya menghapal, seperti pelajaran sosial (beruntung saya sempat jatuh cinta pada sejarah saat SMA). Dan sampai sekarang itu telah saya tanamkan begitu dalam di benak saya, sampai saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah dan bertemu dengan matakuliah eksak dan sosial.
Ya, saya kembali bertemu kimia si cinta pertama saya di SMA namun kemudian harus bertemu dengan ekonomi yang menurut saya mata pelajaran yang what-the-hell-it-is. Saya menyelesaikan kimia dengan sangat mulus sedangkan ekonomi seakan ratusan polisi tidur mengganggu jalan yang saya lalui. Saya kemudian berpikir, saya telah terlalu lama menanamkan dalam benak saya mana yang saya tidak suka dan mana yang saya suka sehingga otak saya terpengaruh. Saya akan semangat belajar kimia, tapi ekonomi? Halooow, "i have so many time to spend with the other activities" itu yang ada di benak saya. Tapi kemudian saya gelengkan kepala, mindset demikian tidak akan membuat saya maju. Seharusnya saya tak banyak membenci tapi banyak mencintai. Ya termasuk dalam masalah ini, saya harus mulai mencintai semua hal agar jalan saya mulus serta memandang hal positif tak hanya dari 1 sisi. Akhirnya saya jadikan target dan bertekad : saya akan mendapatkan nilai sangat baik dalam ekonomi, ya seperti mata pelajaran eksak!
Saya masih harus banyak tentang mencintai sebanyak-sebanyaknya, orang terdekat saya pernah berkata "yang penting kita berproses dan punya progres". Do you know what i mean? If you do, lets loving as much as we can..

Xoxo

Selasa, 20 September 2016

MOVE UP

Hai,
Setelah sekian bulan ga nengok blog ini yang alesannya bukan karena sibuk tapi lebih ke gw-yang-mulai-demen-ngoprek-blog-satunya ini terlena karena blog baru yang gw buat. Jadi, honestly otak gw ini ga pernah berhenti berimajinasi dan selalu memiliki pemikiran-pemikiran baru yang kadang nguap gitu aja setelahnya. Ok, blog gw yang lain adalah CDO OD bisa liat sendiri dalemnya apa.
Anyway, gw akhirnya mencentang salah satu mimpi gw lagi (yeaaay!) akhirnya gw resmi lanjut S1 buat dapet gelar S.Pt. Ya, setelah sekian lama ternyata best of the best day nya adalah tahun ini. Gw yakin ada semacam rencana lucu dan asyik kenapa akhirnya tahun ini jadilah gw mahasiswa lagi. Allah maha pemberi surprise kan?.
Tapi, sudah sebulan ini gw berada pada posisi galau antara lanjut kerja di tempat yang sama atau nyari kerja yang lain. Masalahnya ga lagi sama ketika gw milih ga lanjut kerja dan dengan posisi gw bukan mahasiswa, sekarang gw adalah mahasiswa yang punya tanggungan bayar semesteran. Itu sih yang bikin gw galau, selebihnya? ga ada lagi. Gw berulang mikir harus gimana? sampai minggu kemaren gw memberanikan diri untuk bilang "i quit" ke atasan, responnya? ngerayu pake naek gaji, ngerayu pake benefit-benefit lain dan blablabla. Ya, gw tau ini pasti typical perusahaan yang mau pegawainya tetap tinggal disitu. diiming-iming naek gaji dengan tanggungan semesteran yang harus dibayar tentu bikin otak gw galau lagi, mikir lagi gitu aja ampe dosen kimia gw bisa ngomong R (beliau cadel btw).
Sampai pada gw yang shalat istikharah, dan kemudiaan tiba-tiba stalking akun dan nemu beberapa postingannya yang nyindir gw dan seolah mengatakan "gausah takut, Allah sudah buat rencana lebih bagus". Dan pagi ini, gw stalking akun temen gw (yeaah, ini memang kurang kerjaan) dan i was shocked dengan semua capaian yang udah dia capai. Bisa training gratis keluar negeri, jadi pengajar buat memotivasi anak-anak di kelas inspirasi, punya lembaga pembelajaran gratis dan capaian-capaian lainnya. You know what, thats makes my heart move "Gw ga bisa terus gini".
Gw pernah cerita dipostingan gw sebelumnya kalo gw adalah orang yang gampang sekali termotivasi. And today in the earlier morning gw disuguhi motivasi ajip dari temen gw sendiri. Dalam hati gw mikir "harus gerak, ga bisa kaya gini terus". Ada banyak mimpi ada banyak capaian yang ingin gw capai dan gw pikir this is not my place, this is not what i want. Gw sadar bahwa tidak semua orang bisa seberuntung temen gw itu, semua sudah punya spotnya masing-masing dalam masalah rezeki dan mimpi-mimpi yang terwujud. Tapi gw yakin, Allah pun ga akan mungkin tega ga bales hasil keringat umatnya yang sudah bekerja keras denga  tanpa hasil apa-apa. Usaha berbanding lurus sama hasil, ga usah ya ga ada hasil. Mau hasil yang maksimal ya usaha maksimal.
Gw yakin Allah sudah menyiapkan sesuatu yang lebih disana, sesuatu yang lebih indah, sesuatu yang ada dalam setiap doa gw. Even banyak orang ngomong "kerja dimana pun sama aja", there's no 'sama aja' at my vocab. Gw selalu yakin, Allah pasti memberikan yang terbaik atas semua jawaban buat umat-Nya. So, Lets Move Up!



Rabu, 18 Mei 2016

CUT OFF !!!

Jika ngomongin "Kepribadian" mungkin gw adalah satu dari sekian banyak anggota geng orang-yang-gampang-banget-termotivasi-sama-orang-yang-sukses. Iya, sifat yang gampang termotivasi ini kadang tipis banget bedanya sama iri atau dengki. hehe, but it's totally different. okey sebelum para pembaca yang budiman dan animan maka gw akan jelaskan sedikit what's the different between motivated easily and envy walaupun sebenernya kalo kita pikir dalem ga ada garis tipis tapi justru bold line yang terlihat.

Ok, Gw mulai dari "Iri" alias "Envy". Jadi jika kalian buka Kamus Besar Bahasa Indonesia, Iri itu adalah merasa kurang senang melihat kelebihan orang lain. So, dari sini udah jelas si tukang iri adalah orang yang justru sedih dan kesiksa banget ngeliat orang lain sukses bawaannya pengen bikin orang yang sukses itu "jatoh" lagi. Selama itu orang belom menderita lagi maka idup si iri ini belom tenang dan idupnya belom bahagia. Jadi, kebayang ga sih isi hatinya sama isi kepalanya si iri ini cuma dipenuhi gimana caranya ngancurin kesuksesan orang. Kasian.....

Terus gampang kemotivasi itu gimana? orang yang ketika melihat orang lain sukses maka dia akan jadikan itu orang sebagai motivasi, hmmm misalnya ketika si A sukses parah lalu kemudian si B yang liat maka dia bakalan berpikir "Si A aja bisa, kok gw enggak.". Bisa jadi setelahnya si B ini bakalan mulai nyari tahu apa yang biasa dilakukan si A hingga jadi sukses. Ets, Copycat? NO! biasanya orang yang gampang termotivasi ini saking gampangnya termotivasi punya banyak banget panutan yang dia jadikan motivasi di kepalanya.

See The Different?

Gw pribadi memang gampang banget termotivasi sama orang-orang sukses. Ketika gw melihat alumi sukses dari kampus kemudian dia berbicara di depan junior-juniornya kiat-kiat sukses, Maka yang saat itu ada di kepala gw adalah "Suatu hari gw akan sesukses itu, bisa berbagi cerita dan ilmu di depan orang banyak". Kemudian ketika gw melihat temen gw yang dapet short course di luar negeri maka saat itu pula gw termotivasi untuk terus belajar dan belajar hingga akhirnya gw memantapkan hati untuk kulliah lagi (coming soon).
Tapi kebayang ga sih jadinya idupnya atau targetnya jadi banyak dan jadi ribet? NO NO NO, ketika kita ingin menggapai suatu tujuan maka yang kita lakukan adalah melangkah selangkah demi selangkah. Maka itu juga yang kini gw lakukan, Gw yang awalnya idup tanpa sebuah perencanaan perlahan-lahan mengubah moto hidup yang awalnya "jalanin kaya air ngalir" jadi "jalanin kaya air ngalir tapi harus tau muaranya kemana, ke danau? ke solokan? ke bak? apa ke laut?". Semua gw rencanain, gw harus jadi apa dan step-stepnya gimana plan A dan plan B sampai for seriously, gw punya catatan yang menuliskan 100 mimpi gw (ini gebrakan besar dalam idup gw). mulai dari pengen kuliah minimal dapet S1 sampai pengen jadi pembicara di forum internasional. Mustahil? ga dong, mimpi itu gratis jadi mau mimpi sebanyak apapun ga bayar masalah kecapai apa ga kan tergantung usaha kita ngewujudinnya.

Tapi kita tentu ga bakalan bisa meneladani seseorang tanpa pernah tau kisah idup dia, sampai akhirnya gw nanya ke temen gw yang sampai kini gw jadiin panutan, kok bisa sih? gawe di perusahaan multinasional, punya yayasan sosial, dapet short course ke Queensland University dan Nikah sama pacar yang doi pacarin sekian tahun. Walau sebenernya dalam hati gw ngomong "rezeki orang udah ada yang ngatur, dan ga semua orang bisa sesukses dan seberuntung dia (dalam kacamata gw tentunya)". Dia jawab "Pikiran Positif itu nular, begitu juga sama pikiran negatif. Sering-sering gaul sama sesuatu yang bikin lu jadi posistif" dan DENG!!! gw kaya ditampar.

Yang gw tahu temen gw itu orangnya super, gampang banget nyambung sana-sini dan ga pernah pilih-pilih temen. Tapi ternyata dia memilih "circle" yang bisa ngasih inputan positif. Iya sih, ni bocah jaman kuliah ga demen maen-maen hedon demennya belajar kalo jalan ya jalan sama pacarnya. Pun pas doi kerja cuma sesekali gw liat dia posting jalan-jalan kemana gitu sama temen-temennya banyaknya foto dia jalan sama pacarnya (yang kini jadi suaminya) dan keluarganya. Dulu gw malah berpikir, dia kesepian ga sih? ternyata dia happy-happy aja dan ternyata sekarang gw tahu jawabnnya. Happynya dia ya happy karena circle nya dia bikin dia jadi positif dan happy terus.

Gw pernah berada pada satu pemikiran kalo hidup gw boring, sepi ga punya temen. Temen ada tapi they come and go so fast, immortal. Hidup gw cuma berada pada lingkungan kerja, keluarga dan pacaran. Tapi kemudian gw sadar, ini cara Allah nunjukin ke gw mana my real friend indeed (udah real, indeed pun). Maka mereka akan terseleksi dan hasil akhirnya adalah mana yang bisa bikin impact positif ke diri gw sendiri, mana yang bisa bikin gw lebih baik lagi. Gw yakin Allah ga se tega itu membiarkan umatNya jadi "buruk" hanya karena berada pada circle yang salah, Kenapa gw yakin? Allah terlalu sayang sama gw, itu yang gw yakini from the deep of my heart.

Maka sekarang, proses Allah  meng-Cut Off satu persatu orang atau barang atau apapun yang nyatanya ga bagus buat gw itu bukanlah sesuatu hal yang patut gw sesali atau tangisi. I never thinking about loneliness, never ever again. Semua yang ada sekarang adalah yang terbaik dan mungkin merupakan gerbang dari Allah atas apa yang gw tuliskan di buku tentang 100 mimpi terbesar dalam hidup gw. Gerbangnya telah dibuka terus kenapa gw harus nunggu dan memandang ke belakang kemudian menyesal "kalo aja gw ga... mungkin ga akan..." yang harus gw lakukan adalah melangkah lalu kemudian menengok kebelakang dan mengulurkan tangan jika dia yang datang dan pergi tiba-tiba membutuhkan uluran tangan. Gw ga pernah sejahat itu sama orang yang membutuhkan walaupun orangnya jahat sama gw (tsaaaah).

And now, Daripada gw menangisi mereka yang pergi dan hilang entah kenapa mending gw fokus pada hal-hal yang telah gw rencanakan. Hidup lebih indah jika kita melakukan hal produktif kan? ;)




Selasa, 01 Maret 2016

M I M P I

Dari kecil gw ga pernah punya mimpi yang muluk-muluk, Cita-cita gw sebatas jadi Guru dan udah. Menginjak remaja gw selalu punya cita-cita bisa garap tanah punya keluarga yang luasnya bisa buat lapangan golf. KULIAH ! ya mimpi terbesar gw adalh bisa kuliah saat itu. Kenapa itu jadi mimpi terbesar? Gw bukan datang dari keluarga yang bisa mengabulkan apapun kemauan gw dengan "uang". Gw bukan anak yang terbiasa dimanja dengan fasilitas dari orang tua. Bukan sama sekali.
Gw besar di keluarga yang harus sabar menepuk-nepuk tv ketika layarnya berubah menjadi hitam putih, bukan di keluarga yang bisa dengan mudahnya gonta-ganti TV ketika TV mereka rusak. Orang tua gw bukan orang yang ngasih duit banyak buat anaknya kalo berangkat sekolah, Gw cuma dikasih 500 dan itupun harus bawa cilok buat dijual di Sekolah. Ketika orang dengan mudahnya menjawab "Aku mau kuliah di .... " ketika mendekati kelulusan maka gw saat itu datang pada orang tua dan bertanya "apakah aku boleh kuliah atau enggak". Saat itu jawaban Mama singkat "Boleh, asal negeri". Yang kemudian gw dekap dalam-dalam saat gw mendengar Mama yang bilang begitu adalah kalimat "Gw bakal Kuliah di IPB".
Tahu bahwa keluarga gw bukan keluarga mampu, gw setiap hari mendatangi ruangan BK buat nanya "Bu, pendaftaran IPB sudah ada?" everyday sampai akhirnya formulir pendaftarannya datang. Gw memilih diploma saat itu bukan karena gw bego dan ga bisa masuk S1. Pendaftaran untuk S1 dari berbagai PTN yang datang ke sekolah gw datang telat, 3 hari sebelum pendaftarannya ditutup. Kenapa pilih diploma ? gw inget kalimat "Boleh kuliah asal di Negeri" yang mama bilang. Saat itu mimpi gw cuma 1 "KULIAH KULIAH KULIAH".
Saat kuliah, gw sadar kalo orang tua gw harus bekerja ekstra dibanding orangtua yang lain. Beliau harus memeras keringat dan banting tulang 2 - 3 x lipat dibanding orang tua yang lain supaya gw masih tetep kuliah, saat itu mimpi yang gw dekap adalah "Gw ga akan mengecewakan orang tua". Bisa kuliah dan menimba ilmu di PTN yang banyak banget orang pengen masuk kesitu adalah kebanggaan termasuk kebanggaan orang tua gw pribadi lantas apa yang harus gw lakukan untuk (minimal) bisa menghilangkan keringat yang mereka keluarkan 2 - 3 x lipat lebih ekstra itu? Belajar, jadi Mahasiswi berprestasi. Itu yang selalu gw dekap menemani setiap malam gw. Gw belajar layaknya orang lain, tapi gw sadar kalo gw belajar kaya mereka maka hasil yang gw dapet akan sama maka yang gw lakuin adalah memahami setiap mata kuliah yang dosen berikan. Mungkin gw adalah salah satu orang aneh yang setiap dosen nerangin malah gambar. Tapi justru dengan gambar itu lah gw belajar. Lulus dengan IPK nyaris 4,00, Beasiswa sekian semester dari sebuah yayasan yang bisa bikin orang tua gw senyum saat gw bilang "beasiswanya udah cair mah" serta punya piala yang sampai sekarang dengan bangga di pajang di lemari sama mama dengan tulisan "Mahasiswa Berprestasi Ke - 3 Diploma IPB dalam Acara Diploma Awards" adalah Hasil dari mimpi yang selama 3 Tahun dan setiap malam sebelum tidur gw ingat.
Kerja jadi CDO setelah lulus mungkin bukan bagian dari mimpi yang gw pengen tapi gw betah sampai 3,5 tahun di bidang itu. Tapi darisana gw yang selalu deg-degan dan keringet dingin kalo ketemu sama orang baru perlahan belajar jadi berani, belajar bagaimana harus berbiacara dan berani mengeluarkan pendapat even pendapat kita belum tentu didengar kemudian yang ga kalah penting selama kerja disitu gw belajar bagaimana menolak dan ngilangin rasa ga enakan karena ga enakan kaya "racun" yang bisa jadi malah bikin kita "mati". Dari situ pula gw sadar jika hidup gw teramat sangat beruntung dan ga ada alasan bagi gw untuk mengeluh. Gw bahkan ga sadar jika kerja jadi CDO membantu gw mewujudkan banyak mimpi, Ya!! dengan gaji setiap bulannya gw bisa beliin keluarga baju lebaran, bisa bawa adek-adek gw makan makanan yang dulu cuma bisa mereka lihat di TV, bisa ajak keluarga jalan-jalan ke tempat rekreasi dan bisa bikin orang tua gw nyaman kemana-kemana dengan ga naek-naek angkot atau turun naek bis ekonomi (gw masih inget saat bapak nganterin gw ke Bogor naek bis ekonomi). Semuanya mimpi gw yang bahkan telah gw simpan bertahun-tahun sedari gw kecil dimana saat itu gw melihat banyak tetangga yang (gw anggap) punya idup enak akhirnya perlahan terwujud.
3,5 Tahun habis dan Sebelum gw habis kontrak gw berulang cerita sama Orang tua dan pacar kalo gw pengen kerja kantoran. Alesannya? Gw ngerasa cukup punya pengalaman kerja di lapangan bertahun-tahun dan gw harus ngerasain kerja ngadepin komputer. Maka Orang tua gw dengan doanya yang pasti mustajab cuma mengiyakan, gw beruntung punya orang tua yang demokratis "everything you do, ya lakuin selama menurut kamu baik dan bisa bikin kamu bahagia tapi ga ngeganggu orang lain". And here i am with the computer and a table, a chair and a pair of higheel (even i ussually still use my slipper). haha, but i enjoying it. Kerja di lingkungan yang nyaman dengan atasan yang baik and trust me so kemudian temen-temen kerja yang warm and full with joys. Apa yang bikin gw ga bersyukur kalo kaya gitu?

MIMPI MIMPI MIMPI...

Yang tadi adalah sebagian kecil dari mimpi gw. Lantas apakah mimpi gw semua terwujud? enggak. Im not that perfect. Gw bahkan masih punya mimpi yang menggantung di langit-langit pikiran gw dan gw biarkan seperti itu dan mimpi-mimpi itu sedang bersiap gw wujudkan satu per satu. Gw belajar banyak dari apa yang telah gw alami, Gw belajar banyak bahwa apapun yang gw impikan maka semua akan tetap jadi mimpi ketika gw memilih untuk mengabaikannya dan mengubur mimpi itu. Dan 1 hal yang gw yakini, orang tua adalah "tangan" Tuhan maka Doa dari merekalah yang bisa membuat mimpi-mimpi menjadi terwujud.
Gw pernah berada pada zona salah, Hidup kaya orang yang maen petak umpet lari-larian sana sini ga jelas arah tujuannya. Hasilnya? Gw menghabiskan energi untuk hal-hal yang bahkan gw gatau tujuan dan gol nya apa. Dan akhirnya bikin gw cape untuk memulai dari awal atau memperbaiki yang telah ada. Makanya, Gw selalu berupaya memiliki track, Track gw harus kemana dan apa tujuan utama gw. Gw menganggap track itu adalah jalur ketika gw mulai ga fokus pada tujuan yang gw pengen dan tujuan itu tentu aja Mimpi-mimpi gw tadi. Semakin dewasa maka orang akan akan semakin balajar entah dari dirinya sendiri atau dari orang lain yang memberikan dia inspirasi dan begitupun gw. Sekarang, gw bukan lagi ABG yang punya prinsip hidup "let it flow" bukan lagi ABG yang bahkan ditanya mau ngapain jawabnya "Gimana nanti". Hidup gw terlalu berharga jika hanya gw habiskan untuk "ngabisin bensin" dan kemudian gw tersesat. Jika gw menengok ke belakang maka gw merasa hidup gw terlalu "mahal" untuk gw habiskan sia-sia.
Maka dari sekarang dan nanti gw tanankan dalam diri :

"BUKAN SAYA JIKA MENGUBUR MIMPI"

Kamis, 06 Juni 2013

I Dont Know What its

welcome to the blog.. hahha..
sepertinya gw udah lama ga spik spik iseng dan nari2in jempol gw di keyboard buat bikin entry baru d blog.
ditemani lagu P!nk yang lagi gw suka gw akhirnya punya mood lagi buat iseng2 isi blog lagi... lagunya galau sih "Just Give me a reason". assseeeeekkkk....
"we're not broken just bent and we can learn to love again". key buat yang masih g ngerti sama artinya kurang lebih artinya begini 'kita kagak putus kita cuma lagi rapuh doang trus abis itu kita bisa belajar saling cinta lagi"... percaya sama kalimat itu?
Kadang yang namanya cinta tu kalo kata pujangga pujangga gitu. cinta itu membutakan, yup... someone suddenly being blind when falling in love, not logic anymore. tapi sebenrnya masih ada ga sih yang namanya kesempatan ke2? rasanya gimana saaat lu dikecewakan berkalikali dan lu masih iya iya aja atas apapun yang doi lakukan? are you feel like donkey? hahahhahaaa...
ajaibnya cinta emang disitu sih. berulang dikecewain dan lu maish 'its ok for me".:s
tapi plisss, ngumpulin rasa percaya setelah berulang kali dikecewain itu ga gampang lho.. trus tetiba ada pertamyaan "kalo ga mau kecewa, lawan kecewanya sama sabar". gue sih sebagai manusia normal, merasa memanage sabar itu amat sangat susah. sabar emang mesti ga berbatas brur, batasnya ampe kita jadi tanah lagi. tapi yang selalu ada di otak gw yang sudut2nya masih bisa berpikir logis adalah 'ok sabar g ada batasannya, tapi kalo cape atau lelah?' tuhan pun mengijinkan kita yang cape dan lelah karna kerjaan buat istirahat dan ngademin pala di mushola atau masjid buat shalat. so?
ketika lu merasa kecewa dan malah udah berulang2 lu coba sabar. gw pikir itu saatnya buat lu istirahat dari cape nya elu. rehat dari segala drama, kebohongan dan kekecewaan yang lu dapet. buat gw itu wajar sih..
baru kalo lu udah istilahnya "terkumpul lagi itu segala tenaga" boleh deh jalan lagi. ngapa2in. BUT!!!!! bukan berarti lu boleh balik lagi dan siap di kecewain lagi. BIG NO!!!! belajar dari kesalahan dan start new begin..
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
hahahhaaa, kebawa suasana begini jadinya blog gw.. haha,,
okey, topik yang lagi asik sekarang apa btw? import daging? hmmm.. ga menarik apalgi tau ternyata banyak cewek didalamnya.. -_-". eyang subur dan si demi tuhan!!!!? ga juga lama2 puyeng juga liat bgituan. :s.... ada hal yang lebih menarik buat gw sih dibanding gosip artis2 atau ada film yang lagi booming atau diskon ampe 70%. here's GW MAU LANJUT KULIAH LAGI DONG (proudly launch). hahahhahaa,,
awalnya gw masih males2 deh lanjut kuliah segala, gw udah kerja udah dapet doku sendiri. so? tapi semua berubah saat negara api mulai menyerang.. iya gw avatar kaleee.. hahaha,
jadi ceritanya ada kali sebulan atau dua bulan lalu gw ketemu dosen gw yang amat sangat keren dan gw bangga jadi salah satu anak yang selalu beliau banggakan. pada intinya beliau bilang ke gw bahwa kuliah itu enak dan kejar terus cita2 gw. abisan ketemu gw jadi mikir "god, itu ibu dosen gw udah tua pun masih niat banget buat lanjut kuliah dan raih gelar Doktor. gw yang masih muda masa kalah? gw juga dari dulu punya cita2 yang masih belum kesampean sampe sekarang, god. masa gw mesti ngubur cita2 gw dalem2.. NO! gw mesti kuliah terus dan terus ampe gw ngerasa males buat yang namanya kuliah".
apa sebenernya cita2 gw? gw pengen jadi doktor hewan atau minimal gw bisa masuk Fakultas Kedokteran Hewan. T_T ini cita2 dari dulu... dan akhirnya gw memutuskan buat kuliah lagi tahun ini, ambil peternakan lagi dan kalo gw dikasih umur panjang S2 gw ambil di FKH. im a briliant dan gw pikir kalo gw usaha pasti semua bakal kecapai..
well, siapapun yang baca postingan gw yang ini atau yang nyasar2 k blog gw tanpa sengaja. gw minta doanya buat kelancaran rencana2 gw itu.. amin.
"jangan pernah letih buat bermimpi, stelah cukup bermimpi mari bangun dan wujudkan mimpi itu"


Rabu, 02 Mei 2012

homesick

ketika irma kecil menapaki tiap jengkal halaman rumahnya, gw adalah tipikal anak yang gampang marah dan ngamuk. haha, barang yang ada di depan gw biasanya tidak akan mulus kalo ada gw yang lagi ngamuk disitu. :D. sebelum masuk sekolah SD gw adalah tipikal anak yang dimanja karena emang mestinya dimanja, gw adalah anak yang punya bronchitis dari lahir. kata nyoap gw malah syukur gw bisa gede kaya sekarang juga. (terdengar ironis memang).
masuk SD gw yang biasa dimanja dan sebelum pergi sekolah disuapin, dikuncirin dan dipakein baju plus sepatu dituntun jadi anak mandiri sama ortu gw. wkatu itu nyokap punya warung klontongan yang emang bisa dibilang paling laris dan paling laku di daerah tempat tinggal gw. gw sih bisa nebaknya laku karena bawelnya nyokap gw yang gampang akrab sama orang dan itu ga menular sama anaknya yang sulung ini. nginjek kelas 4 SD, gw disuruh pindah sekolah karena nyokap bilang sekolah gw kejauhan buat seukuran anak SD yang kurang macho dan gampang sakit kaya gw dan entah kenapa gw iyain aja tu maunya si mama pedahala kalo dipikir banyak ruginya gw pindah. yang ke 1 gw ga bisa pulang ke toko grosir punya nyokap karena sekolah gw yang baru jaraknya jauh dari toko grosir punya nyokap pedahala biasanya kalo gw ke toko maa pulang-pulngnya tas sekolah gw penuh sama makanan dan maenan (anak yang merugikan. hahah), yang kedua adalah gw ga bisa pulang nebeng abang-abang yang bawa mobil pick up kosong atau gw nyegat tukang ojeg yang suka nongkrong depan warung nyokap (nebeng ya, gw ga bayar). wkwkwk, alasan ketiga adalah gw merasa bahwa SD gw yang baru itu ga keren karena anak-anak cowoknya ga ganteng (wwkwkwk), alasan terkahir 100% gw buat-buat. hahah,
dan gw pun pindah sekolah akhirnya pas gw naek kelas 4, disinilah asal mula gw dituntun harus mandiri. nyokap bokap yang sibuk di grosir otomatis bikin gw kadang mesti melakukan apapun sendiri sepulang sekolah. liat rumah kotor gw sapu (rajin kan?), liat kamar berantakan gw beresin (rajin banget kan akyu), liat sepupu nangis gw pengen bakar (wow). dan rekornya adalah gw yang kelas 4 SD itu ya kira" umur 8 atau 9 tahun saat itu gw udah bisa bikin nasi goreng sendiri "taaaaaadaaaaaaaa", buat gw itu luar biasa kalo dibandingin sama temen-temen gw yang seumuran gitu masih ada yang kalo mandi mesti diteriakin nyokapnya dulu atau yang kalo lagi ingusan suka males buang ingus sendiri (ihhhh).
dan kebiasaan gw untuk melakukan semua sendiri itu pun akhirnya menjadi modal ampe gw gede, dalam otak gw adalah "selama lu bisa melakukan appaun sendiri, lakukanlah". mungkin terdengar egois atau apa. tapi gw malah meras beruntung diajarkan mandiri sama ortu dari kecil, justru itu yang pada akhirnya bikin gw selalu sabar ngadepin apapun. gw yang waktu kecil adalah tukang marah" dan ngamuk sekarang malah jadi orang yang kalo marah pun lebih memilih diam, jadi kalo lu pada liat gw ga bawel dan tiba" diem percaya kalo ada something wrong dalam diri gw, entah itu gw g mood atau gw malah lag ga suka sama orang. selain gw jadi lebih bisa kontrol emosi didikan orang tua gw ni pula yang bikin gw selalu kuat buat ngadepin apapun, nyokap gw pernah bilang "kamu boleh nangis tapi setelah itu berpikirlah bahwa air mata kamu itu lebih mahal harganya dibanding hal yang kamu tangisi".so why gw selalu berusaha jadi wonderwoman, menebar senyum itu lebih mulia dibanding menebar wajah kecut, biarkan orang lain tau betapa bahagianya kamu bukan betapa menderita dan sedihnya kamu. biarkan dunia ikut ceria melihat kecerianmu tapi jangan biarkan duania menangis melihat dukamu. simple as that.. :)
eniwey jangan kaget gw tiba" nulis beginian, karena gw ada di dalam masa yang amat sangat kangen sama rumah dan isinya.. istilah orang ciamisnya itu kalo gasalah : HOMESICK..
*dan lagu michael bubble - home pun gw play di playlist.

Senin, 23 April 2012

from 3 idiots to 5 idiots

ketika orang lain nanya sama gw jaman apa yang paling gw suka maka gw akan jawab jaman reformasi. hahha,
just kidding, gw bukan orang yang suka membahas politik atau apa. absolutly jawaban gw adalah jaman gw SMA dan kuliah. why? ok gw runut.
jaman SMA, jaman yang sangat norak yang ketika lu dewasa(18+) akan menjadi masa yang penuh bahan ketawaan. coba lu kenang masa SMA lu, masa ketika lu ngegebet cowok, masa ketika lu pura-pura sakit karena males upacara, masa ketika lu bakalan betah di sekolah karena sepanjang waktu bisa liatin gebetan, dan masa masa lainnya. semuanya jadi aneh kalo dikenang, tapi disitu lah #moment nya.
gw punya 2 orang sahabat jaman SMA yang dia tau gimana konyolnya gw dan gw tau gimana konyolnya mereka saat jaman itu. yang pertama adalah teman cewek gw yang punya tinggi 170 lebih (its totally normal kalo lu idup di luar negeri), dia adalah mayoret di marching band sekolah (buat yang ga tau mayoret, mayoret adalah semacam saus tapi berwarna putih. eh itu mayonaise ;p), ini anak cuek dan ga pedulian yang penting dia happy (piss coy). namanya Yeni, gw panggil yenot sih. hehe,
yang kedua adalah temen gw yang lebay, manusia lebay yang gw temuin. kerjaannya bolos upacara dan pura-pura sakit ke UKS, duduk sama si juara umum ketiga di sekolah gw dan amat sangat tidak memperlaakukan si juara umum itu dengan baik (btw gw dan 2 teman gw ini termasuk ke dalam geng konyol di kelas unggulan di sekolah gw, next time gw ceritain). namanya novy, tapi entah kenapa karena gw biasa melapalkan "y" menjadi "ay'" maka ni bocah gw panggil upay atau tupay. :D
kita bertiga kompak kemana mana bareng, dimana ada gw disitu ada yenot dan upay, dan kita sama" setia. wkkwkw, setia dalam artian ketika gw kelaperan disaat guru lagi ngejelasin maka ini bocah dua dengan senang hati pura-pura ke wc dan dateng-dateng bawa sesuatu disaku "tada". haha,, kita selalu setia menanti salah satu temen kita yang memang lagi asik mantengin gebetan juga. wkkwkwk, (how pity we are). ampe kita lulus kuliah pun kita masih sering kumpul. tapi ada satu hal yang ga kompak dari kita. 2 orang temen gw ini dengan sukses mendahului gw melepas masa lajang, yenot nikah bulan maret kemaren dan satu lagi pertengahan Mei.. :(.. kalo inget temen gw jaman gw SMP maka gw inget sama 3 orang konyol yang sahabtan di film 3 idiots, hahha.. so why i call our friendship is 3 idiots. :D
beda sama SMA, diman gw adalah trio macan yang terdiri dari cwek atau 3 idiots yang memang 3 orang konyol (hehe,) di kuliahan gw punya 5 orang sahabat yang dimana 3 orangnya dalah cwo yang konyol dan gw plus 1 orang temen gw adalah wanita tercantik (:p) . temen cwok gw adalah ramboo, okky dan mirza plus satu cwek namnya aisyah. (gw ketawa dulu ya) banyak kenangan sama mereka yang asik dan penuh tawa, ramboo adalah temen gw yang paling lebay dan lucu. wkkwkw, si kritiang dari padang yang kalo ngomong kaya orang kumur-kumur ini adalah orang yang hobi banget ngerjain siapapun, ga tau malu, cuek tapi ni ni ni orang hobi banget PDKT sama Cewek tapi ga ada yang dapet. wkwkkw,,
temen gw yang lain adalah mirza, mirza cwo konyol yang orang-orang bilang dia mesti ganti nama biar sialnya bisa ilang. sering banget dia jatoh, sering banget dia ditipu dan sring banget dia sakit perut karena beternak salmonela di perutnya (yang terkhir gw becanda. hehe,). konyol dan melankolis, kenapa gw bilang konyol? adakah di dunia ini cwok yang wara-wiri bilang ke temennya buat nontonin acara penembakannya dia? disuruh beli bunga se bucket malah mau beli bunga dalam pot?. wkkwkwkwk,,,
okky adalah satu-satunya temen cwok yang sukses bikin orang yang deket sama gw cemburu setengah mati. hahha,, so miut, so jaim, so cool, so so so.. bermuka cina dan bertarng panjang (tidak, dia bukan drakula). terakhir adalah aisyah, cwek yang selalu pasrah kita cengin walau akhirnya pundung dan kabur nyari bis buat pulang ke rumahnya. haha,,
anyway, pada intinya postingan gw kali ini mau bilang bahwa dunia itu hampa kawan tanpa sahabat. jaman SMA lu ga bkal jadi jaman SMA yang bisa bikin lu ketawa atau bahkan nangis ketika lu kenang kalo lu ga punya sahabt. jaman kuliah bukan jaman yang asik saat lu ceritain ke anak cucu lu tanpa sahabat-sahabat lu. lu bisa sakit, lu bisa nangis dan lu bisa sedih kemudian tempat yang lu jadiin "tong sampah" semua cerita lu selain keluarga pasti adalah sahabat (pacar iya sih, tapi  buat yang punya pacar :D).
gw sih cuma berharap bahwa persahabtan gw sama upay dan yenot atau ramboo, mirza, okky dan aisyah adalah persahabatan yang selamanya yang ketika gw tua mereka bakal jadi nenek atau kakek kedua buat cucu cucu gw (so sweet ya), cerita tentang mereka bakal jadi bahan dongengan gw buat anak-anak gw ketika mereka minta gw dongengin dan cerita yang bakal gw bawa sampai nanti gw tiada. aminn..
*btw malem ini tiba-tiba gw jadi kangen banget sama temen-temen gw, mereka lagi apa?*